Desa Kemloko, salah satu desa yang berada di Kecamatan Kranggan, memiliki aneka UMKM yang terdiri dari berbagai macam sektor, seperti makanan ringan. Bu Tuminah adalah salah seorang dari pelaku UMKM di Desa Kemloko yang bertempat tinggal di Dusun Ngabean-Paingan. Selama 20 tahun lebih, ia menjual Samier, makanan ringan yang terbuat dari singkong. Untuk menggali informasi lebih lanjut, tim KKN-PPM UGM Pesona Kranggan Periode 4 2024 mewawancarai Bu Tuminah pada Kamis (16-01).
Samier yang biasa dibuat oleh Bu Tuminah hanya menyasar pembeli di sekitar Temanggung. Sehari-hari, Bu Tuminah membawa samier buatannya sendiri ke Pasar Temanggung. Samier buatannya dihargai Rp21.000 per kilogram. Sedangkan jika membeli per buah, dihargai Rp5.000 per tujuh buah.
“Bahane telone tumbas. Sekilo kalih ewu (bahannya dari singkong dan dibeli sendiri. Satu kilo dua ribu),” jawab Bu Tuminah ketika ditanya mengenai harga bahan baku. Singkong tersebut didapatkan Bu Tuminah di daerah Desa Kemloko. Lebih lanjut, Bu Tuminah menyebut singkong yang sudah dibeli nantinya diparut terlebih dahulu, kemudian diberi taburan daun bawang.
Bu Tuminah bersama suaminya membuat samier dengan cara manual, belum menggunakan alat produksi. Ia turut menambahkan produksi samier bisa mencapai 100 biji per harinya. Samier yang dijual pun tidak hanya yang matang, tetapi juga mentahan lalu digoreng sendiri oleh pembeli.
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook